Monday, 14 March 2011

PRETTY IN RED

Salams,

Bismillah hir Rahman- nir-Rahim

In the name of Allah, The Most Merciful, The Most Gracious,

All pictures are taken from: the best tumblr site, ever.


Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Nahl, 27:93)


Are these monkeys? Seriously?



Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Aali 'Imraan, 3:190-1)


To be able to witness this is one of His millions Rahmah.


Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. 14:34)

Ladybirds in yellow?Or is this an animal that has 'fake ladybirds' on his body? SubhaAllah!




Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. 16:53)


A flower with unimaginable colour, beyond cool, beyond words. SubhanAllah.






Not related with pretty in red, yes, I just want to go home.

Lots of sad things happen today, it makes me wonder that some trials set come in a day, to test my patience, and hopefully to erase my sins and to elevate me to another height level, insyaAllah.

Nevertheless, my heart can't stop singing, the spring is here, and the sun shines owh so brilliantly today. The sky is so blue, and not even my depressed mood can dampen the beauty of the day.

Will post lots of spring 'friends' starting from tomorrow. And now, back to the exchange rate.


Must dash!
Love, always.





PRETTY IN BLUE










Salams,

*whirl*

We are pretty in blue, aren't we?


Misteri Marah: Antara Sains dan Quran



Oleh Dr. Mohamad Daudah

Suatu hari seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad Saw. meminta nasihat dan Nabi berpaling kepadanya, lalu beliau bersabda dengan berulang-ulang: "Jangan pernah marah!" (HR Bukhari)

Hal ini kemudian diperjelas oleh penelitian ilmiah yang menekankan bahwa kemarahan, secara psikologis dan rangsangan neorotik, tidak memiliki pengaruh yang lebih besar daripada berlari dalam hal meningkatkan denyut jantung dan memompa lebih banyak darah dan lebih cepat. Namun, marah tidak seperti berlari, pelari bisa berhenti jika dia mau, sedangkan marah tidak dapat dikuasai dengan mudah, terutama jika orang tersebut tidak terbiasa. Kemudian apa yang bisa terjadi?

Secara klinis terbukti bahwa orang-orang yang melampiaskan kemarahan dapat dengan mudah menderita hipertensi dan arteriosklerosis karena tekanan darah menjadi terlalu tinggi, sedangkan pembuluh darah kehilangan kemampuan untuk memperluas diri untuk menampung tambahan darah yang terpompa. Selain itu ada juga dampak psikologis dan sosial yang dapat merusak hubungan manusia.

Namun, layak diperhatikan bahwa yang menjadi pemikiran utama sejak lama adalah bahwa menahan marah juga menjadi pemicu banyak penyakit. Sebuah studi di Amerika menjelaskan bahwa marah dan menahwan marah memiliki bahaya kesehatan yang sama, meskipun berbeda tingkat keparahannya.

Jika kita menahan amarah, tidak akan ragu untuk menderita hipertensi dan kadang-kadang kanker. Dan dalam kasus lain, ini dapat menyebabkan serangan jantung mematikan, karena ledakan kemarahan akan terjadi, dan itu lebih sulit untuk dikontrol. Dan karena kondisi fisik begitu banyak terkait dengan psikologis, ini dapat menyebabkan organ-organ vital lainnya dan kelenjar untuk mengeluarkan hormon sampai-sampai mengganggu, dan akibatnya melemahkan sistem kekebalan, atau menghilangkannya sama sekali setelah terjadi keadaan kritis pada tubuh.

Jadi, ini menjelaskan mengapa sel-sel tubuh yang sehat dapat berubah menjadi kanker karena tidak adanya sistem kekebalan yang normal. Hal ini menunjukkan aspek ilmiah dan filsafat praktis di belakang pengulangan nasihat Nabi Saw. untuk menjaga ketenangan.

Di sisi lain, Dr.Ahmed Shawki Ibrahim, anggota dari Royal Society of Medicine di London dan konsultan kardiologi internal medicine, mengatakan bahwa kodrat manusia ditandai oleh kecenderungan dan perilaku yang berbeda. Sebagai contoh, keinginan jasmani mengarah kepada kemarahan, sifat dominan dilambangkan oleh kecenderungan terhadap kesombongan dan keangkuhan sementara mengikuti hawa nafsu seseorang menghasilkan kebencian dan keengganan untuk orang lain.

Secara umum, di samping penyakit-penyakit psikologis dan fisik lain seperti diabetes dan angina, menurut penelitian ilmiah dan menurut Dr Shawki, mengafirmasi kenyataan bahwa kemarahan yang terus-menerus dapat mempercepat kematian manusia.

Nabi Muhammad Saw. memerintahkan kita untuk menahan diri jika marah karena setiap tindakan di waktu marah itu dapat membawa penyesalan ketika tenang.

Alquran menggambarkan amarah sebagai kekuatan jahat yang memaksa orang untuk melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Ketika Nabi Musa Saw. kepada kaumnya, maka ia marah, lalu dilemparnya lembaran-lembaran kitab suci, lalu ia menarik kepala saudaranya. Kemudian ketika amarah Musa mereda, maka beliau mengambil lembaran-lembaran kitab suci tersebut. Tampak jelas perbandingan antara kedua kondisi tersebut.

Jadi, apa yang kita butuhkan adalah kontrol diri setelah iman yang kuat dan kepercayaan kepada Allah, Pencipta kita. Petunjuk Nabi Saw. mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan itu identik dengan ketenangan, bukan kemarahan yang tak terkontrol.
Obat penenang juga tidak dapat menjadi solusi, karena efeknya justeru negatif.

Penggunaan obat penenang sering mereka dapat menjadikan kecanduan sehingga tidak dapat dihentikan. Cara mengatasinya adalah dengan mengubah perilaku manusia itu sendiri dalam menghadapi masalah sehari-hari, yaitu dengan ketenangan dan kehalusan, bukan dengan marah. Dr. Shawki menambahkan bahwa ada dua terapi psikologis untuk meredakan kemarahan:

Pertama: mengurangi kepekaan emosional dengan melatih pasien, di bawah pengawasan medis, untuk bersantai jika bertemu dengan situasi sulit sedangkan ia tidak merasakan kegembiraan.

Kedua: melalui relaksasi psikologis dan fisik, sembari mengingat pengalaman yang paling sulit dan mengubah posisi fisik, yaitu berdiri, duduk atau berbaring.

Walaupun ini adalah yang direkomendasikan oleh obat ini sangat beberapa tahun terakhir, Nabi-saw-mengajarkannya kepada para sahabatnya dalam hadis yang mengatakan bahwa bila seseorang merasa marah sambil berdiri (misalnya) mereka dapat duduk atau berbaring untuk mengusir kemarahan pergi.

Sunday, 13 March 2011

MAJESTIC QUEEN


Salams,

In correcting the theory used, the demanding energy needed in the process is huge. Pause, to reflect a little: yellow is becoming fast to be my colour. While I'm admiring my mirror reflection, heck, it doesn't even come close to these beautiful creatures which bear the real, original yellow in colour. SubhanAllah. It is hard for ones to feel pretty in comparison to these incomparable Allah's creations. All pictures are credited to here:



"Allah mencipta semua haiwan daripada air, dan sebahagian mereka berjalan di atas perut mereka, dan sebahagian mereka berjalan di atas dua kaki, dan sebahagian mereka berjalan di atas empat" (24:45).




"Berapa banyaknya haiwan yang tidak membawa rezekinya sendiri, tetapi Allah memberi rezeki untuknya dan kamu!" (29:60)




"Tidakkah kamu melihat bagaimana kepada Allah sujud segala yang di langit, dan segala yang di bumi, dan matahari, dan bulan, dan bintang-bintang, dan gunung-gunung, dan pokok-pokok, dan haiwan-haiwan, dan ramai daripada manusia? Dan ramai, wajarlah azab ke atas mereka" (22:18).



"Apabila Ucapan jatuh kepada mereka, Kami mengeluarkan untuk mereka dari bumi, suatu haiwan yang berkata-kata kepada mereka - manusia tidak yakin akan ayat-ayat Kami." (27:82)




And these, the majestic queen of all yellowish creatures.

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (TQS. Ali Imran: 191)

THE LAND OF I DON'T CARESM

Salams,


1
I just got my second paper for correction, and what a correction need to be made. My weakest point is on the exchange rate analysis, which SV has pointed out loudly and clearly, and the worse thing is, I knew it before I hand it in! But honestly, I thought it was good, even though maybe it is not as good as what He thought. I hate monetary, it is a well-known feeling among my friends. Unlike Lady Essex and Sir Leicester, I can't graph the exchange rate movement against the third variable, or even grasp the real meaning of the exchange rate and its consequences to the monetary supply and demand. Yuck, and I need to read tonnes of journal just to justify my findings. Allahim, Allahim, please help me, please, please.





2
I found that Ustaz Hasrizal's recent post was really disturbing, and sad, and eventually I was seething inside. I don't want to go this Land Of I Don't Caresm, the morally corrupted behaviour is far, far frightening than in the UK, the Land of Christian and Atheism. How could you make fun of this tragedy? This mockery is sickening.

Well done, para pembesar yang sedaya upaya menghapuskan pelajaran agama, tulisan jawi, promote hedonism, dan segala-galanya yang memual dan memuakkan hati. Dimana ulama'-ulama' terkini untuk membantu kami-kami yang tiada ilmu ini? Bimbinglah kami, tunjukkanlah ajaran Islam yang sebenar, dan tuntun lah kami ke akhlak yang diredhai-Nya.

And you, you my dearest readers, at least, please write a post about Japan's tragedy, ask your own readers to recite al-Fatihah, show that you care and let's take this tragedy to heighten our iman and tawakal. Biar kalimah-kalimah peringatan itu menjadi saksi kelak di padang mahsyar, dan biar timbangan beratnya melebihi Bukit Uhud. Let's run to the Jannah, together, shall we?



Salam Sayang.







Saturday, 12 March 2011

SATURDAY

Salams,


1
Define Happyness:

A bowl of rice with the delicious soup.

Happy Saturday, my dear friends.



2
Japan was hit by one of her worst earthquakes and tsunami, which the assessed damages are beyond words right now. The nuclear plant has exploded, leading to the worst fears of the radiation effects. I'm pretty sure that there are muslims among the victims, and I beg you to pray for their souls. As well as the missing and the live ones. Al-Fatihah.






"And we tested them with good (blessings) and evil (calamities) in order that they might turn back." [Qur'an 7:168]

Abd al-Malik ibn Ishaq said, “There is no one that is not tested with health and prosperity to measure how thankful he is (Shukr).”


Friday, 11 March 2011

PLAN B

Salams,

Saya yakin semua pembaca budiman sekalian ini adalah manusia yang pintar sekali merencanakan plan kehidupannya. Saya jua begitu, punya plan A, plan B dan Plan C dalam satu-satu masa. Bahkan merencanakan jua bagaimana taktik-taktik untuk mencapai target di plan A, plan B dan plan C. Aneh sekali kalau punya plan tapi tiada back-up plan, dan lebih aneh lagi kalau punya plan tapi ngga tahu gimana sih mahu mencapai targetnya.

Otak-otak seperti ini cukup diperlukan oleh manager, dan jua militeri kejam. Kerana saya ngga suka akan kedua-dua bidang ini, cukup sahaja kita doakan agar mereka yang sudah terjebak ngga bisa keluar lagi dari bidang ini, punya kekuatan yang cukup untuk merencanakan segala target plan mereka dengan menggunakan landasan dan batasan ketentuan syariat Allah swt.

Mari saya ceritakan betapa dangkalnya saya dalam merencanakan plan hidup saya semasa kecil. Saya ngga punya cita-cita besar. Bahkan kadang kalanya cita-cita terbesar saya santai-santai sahaja, hari-hari berubah mengikut kala hari, kalau hujan, ya, saya punya cita-cita mahu menang dalam perlumbaan kapal layar di dalam longkang.

Kalau mataharinya terik sekali, saya punya cita-cita mahu menghabiskan buku-buku cerita yang saya selongkari di stor. Atau merancang mahu berbasikal ke taman permainan bermain papan gelongsor. Atau menangguk ikan-ikan kecil di longkang, membuatkannya jadi pening dengan pekik teriakan kami. Mudah. Hidup ini ngga payah fikir-fikir, dan kalau datang masa gila kami, kami akan kutip batu di luar rumah, batu-batu kerikil pastinya, dan membuat rumah, taman, bandar dengan menngunakan batu itu. Ah, pembaca sekalian, typical anak-anak yang ngga mahu main Barbie.

Satu hari, saya mahu sekali membeli bola. Ngga tahu mengapa saya mahu beli, tapi bukannya bola sepak. Bola sepak sudah ada dirumah, dan abang saya terkadangnya melatih kami menjadi penggelecek bola yang hebat. Ya, sayang sekali saya malu-malu mahu main bola sepak, kalau tidak, pasti sahaja saya bukan disini menulis blog.

Saya mahu bola, yang kalau bolehnya ringan dan boleh bermain seperti bola tampar. Atau main-main bola baling-baling, dimana dua pasukan itu dipisahkan dengan pagar rumah yang punya cerucuk tajam. Atau ya, saya cuma mahu bola, just because.

Kemudian saya merencanakannya, bagaimana mahu membelinya? Saya punya wang, hasil simpanan dari lebihan duit belanja yang seringkali saya curi dibawah katil Bunda buat belian ais krim. Saya cuma ngga tahu gimana mahu ke bandar membeli bola. Nah, ini plan A nya, mengheret tangan adik saya pergi menunggu bas, turun-turun sahaja di bandar, saya terus membeli bola di gerai yang betul-betul bersebelahan dengan stesen bus. Akan saya minta pemandu bus yang gendut itu menunggu saya sehingga urusan tawar menawar selesai. Tapi saya takut. Saya takut dengan pemandu bus itu. Saya takut menunggu bas sambil memegang tangan adik. Dan saya takut dengan banyak kemungkinan-kemungkinan gila akan berlaku.

Plan B? Mudah sahaja, saya akan tumpangi ayah kawan saya kalau dia kebandar. Pasti selamat.

Seusai mendapat bola, saya dengan gembiranya bermain dengan mereka-mereka yang sedarah sedaging. Dan Abah mendapat tahu saya punyai bola yang cantik, menjengilkan mata, lantas bertanya, “Mengapa ngga tanya Abah supaya bawakan kamu ke bandar?”.

Dan saya ini penuh dangkal, masih dangkal dan akan selama-lamanya dangkal dalam memengertikan lubuk hati terdalam lelaki yang paling saya cintai itu. Niat saya mudah, Abah itu sibuk sekali mengalahkan menteri, terkadang saya benci kerana dia sentiasa sahaja ngga ada dirumah atas alasan sibuk dengan pelbagai urusan. Dan saya punya satu sifat itu, saya ngga mahu menyusahkan dia.

Dan dia, dia cuma menafsirkan perbuatan saya sebagai anak yang ngga memerlukan dia dalam memenuhi kehendak-kehendaknya. Dimana perbuatan-perbuatan ini, tanpa saya sedari sekali, akan mencalari hatinya yang cantik itu, akan menyedihkan dirinya yang terasa tidak berguna itu.

Aneh sekali tafsiran dia. Dan goblok sekali saya ini.

Back to the labour market.