Friday, 16 September 2011

LEICESTER, YOU!

Salams,

I'm in Din and Min's place in Leicester. Already missing Huda in Galway, Ireland, yet life is happening here!

Could you imagine that there is a book shop just a few houses before their house? It smells similarly to Makkah and Madinah's aura. I am short of pounds, but the books are tempting, real tempting.

Can I use my charm to charm the shopkeeper, so I can get the discounts? Goodness me.

Will visit Kak Intan in Loughborough tomorrow. And I miss my SV as well.

And I miss, miss, miss you.





Friday, 9 September 2011

OFF TO IRELAND

Salams,

I'm off to Ireland to see Huda and the country-side.

In the meantime, please take care, as I care.



Must dash!
Love, as always.




Thursday, 8 September 2011

SV

Salams,

Bismillah hir-Rahman nir-Rahiim,

Allahumma Solli 'Ala Saidina Muhamad, wa'ala a'li Saidina Muhamad.

Pembaca yang dimuliakan, ada yang ku cintai sesungguh hati, ada yang ku rindu bagai separuh mati, ada yang ku ingat separuh sedar, ada yang ngga mahu ku ingat, tetapi tetap menjelma dibawah pemikiranku - tetapi semuanya berada di dalam doaku. Moga-moga kita berada dibawah lembayung Rahmat-Nya yang tiada taranya.


I was out yesterday to buy a gift for my SV. Actually, I was thinking of buying something nice in Ireland and give it to him, but as I present him with my thesis in the afternoon, I feel quite ashamed for not giving him anything apart from the thesis. Yes, I was taught to always give something to your teachers. He suggested to me for lunch the day after. Thus, I was roaming the city and raking my brains of what suitable gift for him. He, one of the greatest men alive.

I thought of giving him a diary, alas, all the diaries look so girly and unprofessional. Then, voila! He loves orchids, just like Dad, and I want to go to TESCO EXTRA to buy it for him. Having decide that, I walk happily to the market place to just doing a window shopping - and would you believe it that a group of men singing for a song for me! Damn. I hate it when I receive an unwanted attention.

In TESCO, I bought a White Orchid, as well as a bouquet of roses flowers. Ah, it's really beautiful! Should I buy it for him, or for myself? It's a combination of a red, yellow and orange roses. If there were tulips, I won't be hesitated to buy it. Alas, tulips are meant for Spring.

And today we have an excellent lunch at the Durham Botanical Garden. I only step my feet once in the garden, it was during the late summer in 2008. I love parks more, I guess. During the lunch, he commands me to modify the essays following the journals base. Having done so much works, to summarize it wouldn't be a problem insyaAllah. I told him that I want to learn more, especially on the econometric. You know, once you have master the methodology, the research becomes so much easier. Trust me. He still remember that I run away from Essex University. Yes, Essex Univ is one of the top universities, and it is tough as hell. I couldn't do it, the theoretical mathematical-based, it really humiliates me to the core, yet Allah swt sends me to my current SV. Takdir itu, sangat indah bukan?

I guess this will be my last time to see him, unless I come for the winter congregation.

He is, again, one of the kindest men I've ever met. You won't believe it how kind he is to me, especially during my most difficult time in life - the death of my father. Of course we have disagreements, we are both academics after all. Nevertheless, at the end, I am always wrong, due to my less knowledge and experiences.

My doa for him is - for him to have the most beautiful life in the world and hereafter, as well as to be granted a Jannah. That's my doa for him. Always.

After lunch, I go to the city for praying and to buy some souvenirs. At the central of the city, I am mesmerized by the violin played a musician. It is really a sad song - I couldn't stand it, nevertheless I'm drawn towards it. It gravitates me, drown me in its grief, yet it gives me hope.

Hope, we simply couldn't live without it.



”Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa : ”Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang”. (QS Al-Hasyr : 10)






Tuesday, 6 September 2011

MANIS



Salams,

Bismillah hir-Rahman nir-Rahiim.

Allahuma Solli 'Ala Saidina Muhamad, wa'ala 'Ali Saidina Muhamad.


Sudah lama ku ingin menulis tentang ini. Terlebih dahulu, manis benar komentar untuk post yang terdahulu, jazakAllah hulkhair khatira. Sesungguhnya bukankah Allah itu salah satu sifat-Nya adalah Al-Jabbar? SubhanAllah. Menerima ziarah dan kata-kata semangat dari alim ulama sesungguhnya salah satu nikmat Tuhan yang sangat indah.

"Kak, are you still in love?", tanyaku padanya.

Dia, yang sangat ku pasti hatinya. Entah kenapa aku sangat cepat menangkap riak hatinya. Walaupun kami beribu-ribu batu dipisahkan oleh lautan Hindi, aku akan dapat meneka keadaan hatinya, waima dari satu tulisan blog. Marah, gembira, sedih, dan cinta, semuanya berjaya ku teka. Dan dia, dia akan sepastinya tergelak terkekeh-kekeh menafikan segalanya. Dapat ku bayangkan wajahnya yang akan merah padam pabila di usik. Aku sangat gemar mengusiknya, salah satu hobiku. "Ringing tone" telefon bimbitnya nya adalah Anuar Zain - Sedetik Lebih, yang membuatkan aku jua menyukai lagu tersebut, sedangkan aku ini peminat tegar lagu-lagu bahasa negara penjajah kita.

Masih ingatkah kalian akan tulisan ku mengenai cinta terhadap pejuang agama itu? Soalan yang dilontarkan oleh ku padanya. Dia yang menguraikan persoalan di minda ku dengan begitu baik sekali. Dan kali ini, ingin sekali aku bertanya padanya, bagaimana rasanya dicintai oleh pejuang agama itu?

Dia, yang sangat aku pasti, dicintai oleh pejuang agama itu. Walaupun berkali-kali dinafikan olehnya. Kadang-kadang aku merasa terlalu cemburu dengannya. Kemudiannya, aku kembali merenungnya - apa yang membuatkan pejuang agama itu mencintainya? Dan apa yang membuatkan kami - sahabat-sahabat baiknya- mencintainya jua?

Katanya, yang aku sudah ingat-ingat lupa, hanya roh yang berjiwa besar akan bersahabat dengan roh berjiwa besar. Dan dari hadis yang ku baca - "Roh-roh itu bagaikan bala tentera. Mana-mana askar yang berkenalan antara satu sama lain akan bersatu dan mana-mana yang tidak mengenali antara satu sama lain, akan pula berselisih." (HR Bukhari dan Muslim).

Dan membaca post ini - demi jiwaku yang berada di genggaman Tuhan Yang Maha Mulia itu - membuatkan hatiku berdetak. Membuatkan aku berfikir sejuta kali. Cinta itu harusnya mendekatkan kita kepada-Nya, bukan?

Jarang bukan, pabila kita ini menjumpai seseorang dan terus merasa kasih padanya? To love that person inexplicably. It is really strange. Maybe who we love is not really that person. Maybe what we really love is that person's reflection of Allah's beauty and kindness.

Mungkin kini aku mengerti kunci untuk dicintai oleh segenap makhluk di bumi dan dilangit. Roh ku perlu berjiwa besar.

Like you.
























Friday, 2 September 2011

ROH

Salams,

Saya merasakan bahawa blog ini sudah kehilangan rohnya. Tulisan-tulisan saya ngga mampu mencambah minda pembaca sekalian, kerana nya ya, saya sendiri kehilangan roh untuk menulis. Saya tidak lagi keluar melihat alam, membaca untuk menambahkan pengetahuan dan mendengar untuk mencantikkan roh saya lagi,mengikuti perbincangan group untuk bertukar-tukar pendapat.

Tiada alasan untuk saya persembahkan mengapa saya jadi begini. Alasan ayah saya ke rahmatullah tidak sewajarnya digunakan. Sungguh, saya akan menjadi perempuan yang paling cengeng kalau saya berani mengatakan begitu. An insult to my dearest dad.

Hari sudah semakin sejuk. Syukur alhamdulillah Kak Ina membuka heater 2 kali sehari. Saya ngga dapat bayangkan kalau heater tidak pernah dibuka, mungkin saya akan menjadi panguin. Saya benci menjadi panguin. Sejuk akan mematikan roh saya yang sudah tercungap-cungap keletihan ini.

Saya mahu pulang. Tapi, saya ngga mahu pulang ke Malaysia. Benar sekali, dunia ini bukan rumah kita, rumah sebenarnya adalah di akhirat kelak. Permanent house. Harga rumah yang mencanak-canak naik di Malaysia sudah cukup menggerunkan saya. Tapi, mahu membeli mahligai di syurga kelak gimana?


وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. ” (QS. At Tahrim: 11).


Sewaktu menunggu Kak Ina di library kelmarin, saya duduk mencangkung, melihat titis-titis halus hujan yang turun dengan riang sekali. Saya kebosanan, dan lantasnya meneliti kembali sms yang dikirimkan kepada saya oleh Abah. Antara sms nya yang tidak akan mampu saya lupakan adalah - Allah suka orang yang berjihad menuntut ilmu. Ini kerana saya mengadu padanya bahawa saya ngga mampu lagi belajar, terlalu sukar untuk saya menulis.

Titis-titis air mata saya turun. Dalam posisi itu, kelihatan sungguh saya seperti kanak-kanak meminta sedekah. Meminta Sang Maha Pengasih itu supaya mengasihani saya, Bonda dan adik-adik lain. Saya tidak ingat siapa yang mengatakan, bahawa kematian adalah sesuatu yang kejam, yang memisahkan cinta, yang memporak-perandakan keluarga. Dan sabar ini, adalah antara sabar yang paling berat untuk di praktikkan. Kerana kematian itu adalah bukan dalam rencana hidup, ianya datang tiba-tiba.

Saya tidak tahu mengapa Allah takdirkan saya melihat proses kematian Abah. Bermula dari wad biasa, ke wad ICU, dari nazak sehingga nafas terakhir. Anda kira, akan dapatkah saya lupakan wajah Abah?

Saya sangat lemah. Cengeng. Allah. Allah. Allah.

Adik saya berkali-kali memohon, berdoa supaya Abah tidak meninggal di bulan Mei. Kerana nenek meninggal pada 1/5/2011. Kerana tarikh lahirnya adalah pada 11/5. Kerana Atuk jua meninggal pada bulan Mei.

Tapi Abah pergi pada 1/6/2011. Tepat setahun - ulang tahun yang pertama dimasukkan darah. Saya masih teringat lagi, kami adik-adik perempuan semua pulang ke rumah, dan mengelilingi Abah - menemani Abah makan malam di biliknya. Saat itu Abah sangat lemah kerana darah merahnya sudah turun, hingga tidak mampu ke dapur lagi. Ada yang mengurut-urut kakinya, ada yang duduk disebelah memicit-micit bahunya. Saya tidak ingat saya buat apa.

Abah mengatakan - cukup 5 orang anak perempuan Abah - sambil tersenyum.

Saat itu kami baru sedar, kami jarang dapat bersama, pasti salah seorang dari kami tiada. Terutamanya saya yang ke luar negara ini.

Tiada apa yang saya mahukan selepas ini, kecuali bertemu dengan Abah.

Ajit berkata pada saya - Kak, Aku tak pernah tengok ibu bapa yang sangat disayangi oleh anak-anaknya macam Abah. Saya terpempan, lantas bertanya- apa maksud kau? Jawapnya- ye lah, anak-anak tunggu siang malam, baca quran sepanjang waktu di ICU, sewaktu nazak, semuanya berkumpul menangis nak rak.

Eh, bukan semua anak-anak pun akan buat macam tu kah?

Anda tahu, salah satu perkara yang lucu berlaku pada hari pengebumian abah adalah, kami sempat tertidur selama satu jam selepas jenazah Abah sampai. Rakan-rakan Abah datang menziarahi selepas mereka solat subuh disurau. Menangis perlahan-lahan. Selepas mereka beredar, Bonda meminta saya keluar membeli sarapan untuk kami dan saudara-mara yang akan datang.

Selepas pulang dari kedai, saya terus ke bilik, merebahkan diri ke katil, dan wargh, terus ke alam mimpi. Tiada niat. Tambahan lagi semua adik-adik perempuan mengikut jejak langkah saya. Bila Bonda mengejutkan, saya terpinga-pinga, aku dimana ini? Mengapa terlalu ramai orang di ruang tamu?

Yah, Abah meninggal hari ini. 48 jam tidak tidur, menangis bertan-tan air mata, dan akhirnya saya tertidur sejurus jenazah sampai. Ridiculous. Mana ada anak-anak tidur di hari pengebumian ayah mereka?

Udah-udah lah tu, pasti Ajit berkata begini.

Abah, akak nangis ni.

Tuhanku, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada tempat lagi untuk ku adukan semua duka laraku. Kerana aku hamba-Mu, dan Engkau Tuhanku, lakukan apa yang layak untukku, sesuai dengan sifat-sifat-Mu.








Tuesday, 30 August 2011

EID’ MUBARAK


Salams,

Praying in the Howland Farm Hall. Taking pictures. Festive Eid’. Play games. Dead tired. And I’m still missing you.

Selamat Hari Raya, Maaf Zahir dan Batin.

DSC_9518DSC_9576DSC_9627DSC_9651DSC_9680

Monday, 29 August 2011

VIDEO RAYA DI PERANTAUAN TERBAIK MHI TV3

 

Yah, we win this, no, they win it. I play no part in this great video, still, I’m honoured to be a tiny part of it. To Lutfi and the crew (click to his name and you can watch it), congratulations! Kak Zarina’s family is so sporting, this will be a great gift for their 10th wedding anniversary. The below picture shows all crew members, except Syuki and Mardhiah in Newcastle, and Miza in Claypath.

 

It’s officially Syawal. And I miss Ramadhan already. And I miss miss miss you.

 

 

 

DSC_9421