Saturday, 21 May 2011

CANTIK

Salams,


Adik saya sangat cantik. Benar, ia datang bukan kerana blood-related, tetapi secara objective nya. Apa motif puji adik sendiri ini? Tetapi saya selalu ingatkan, cantik ini bila-bila sahaja Allah swt boleh tarik. Iskh, nauzubillah.

Dia tidak kisah kalau terpaksa tidur di lantai beralaskan selimut nipis sahaja. Amazing. Sedangkan kakak-kakak nya sangat demanding untuk memperoleh tilam empuk yang enak, dia rela sahaja tidur di 'store' kami, ketika ramai yang bertandang ke rumah Abah dan Emak.

Dia ini degil sekali! Kalau saya katakan masuk simpang kanan pukul 3, atau terus sahaja pukul 12, boleh pula dia belok kiri pukul 9? Aduhai. Dan kami terpaksa berpeluh-peluh mencari simpang untuk u-turn. Saya tenang-tenang sahaja, kerana saya sangat pasti, bahawa ada jalan untuk kami pulang.

Antara perbualan yang menyebabkan saya rasa begitu amaze padanya adalah seperti dibawah:

Adik: Kak, ini ferrero rocher yang mana, warna coklat dia lain lah, hitam.

Saya: Ini macam dark coklat je. Nak skit Shah.

Adik terus memasukkan seluruh coklat (ya, yang bulat itu!) ke dalam mulutnya.

Saya: Aishah!

Dia terus berjalan ke peti sejuk untuk mengambil satu coklat lagi. Ya ampun.

Adik: Ini coklat apa kak, macam sedap jer, putih pula.

Saya: (sambil menguyah, eeiiii ngga sedap dark chocolate ini) Mungkin white coklat kot. (Lihat dengan lebih dekat) Tapi macam coconut la Shah.

Adik: Kakak nak separuh? (sambil terus membelah coklat itu menjadi dua).

Saya sudah terkekeh-kekeh: Amboi, coklat tadik kamu tak offer pun, terus masuk mulut. Yang ini sudah tahu ngga sedap terus dibagi dua ya!!!

Dia sudah mendapat scholarship Bank Rakyat, Alhamdulillah. Belum-belum sudah di listkan apa yang mahu dibeli. Jumlahnya tidak tahu, dan tidak tahu bila dapatnya, tetapi sudah berangan-angan mahu apa. Bonda kata, burung terbang dipipiskan lada.

Hahaha. Saya jua mahu pau dia! *wink wink*

Monday, 16 May 2011

HAPPY

Amsterdam in Spring


Amsterdam in Winter






Salams,


1
Most of my friends have i-phones, blackberry, or any other androids. Me? I was and am tempting of having one. Just because I do feel inferior when my handphone is placed beside theirs. Nevertheless, I just use it for calls and sms. I'm not even interested in listening to the songs stored, nor do I incline to read al-quran through it. Or taking pictures. Yes, I'm that primitive. Or traditional. Why should I buy one then? But....I do want to have one.



2
Suddenly I remember my memories in Amsterdam. Even though the city is less glamorous in comparison with any Italian cities, it holds a very special meaning to me. I have visited the city for four times, and in different seasons. In the Summer, in the Winter, and in the Spring. But I never have a chance to visit the city during the graceful Autumn, simply that autumn is the busiest time for studying, where our SV will demand to see us for every fortnightly. Let me tell you, two weeks are not enough for thinking stuff, let alone writing . I'm a very slow learner, and a slow reader.



3
Teacher's Day. Happy Teacher's Day to Mum and Dad. And to you, my fellow friends. We are, at some points of our lives, a teacher. I doubt it if you claim that you never teach. Perhaps not in a formal way, but in an informal way. I love teaching, simplifying a difficult concept. Showing how wonderful a knowledge is. Implementing it in our lives. Influencing it. Moulding it.

I couldn't remember all of my teachers' names, as I am very very bad at remembering names. But insyaAllah, I always remember them in my du'a. The most influential teacher that I have ever had is Mr. Brian Silverstone, who teaches me Macroeconomics II, and my goodness he does have a quirky side, as every other teachers. As he is a part of policy-making team in the Reserve Bank, he teaches us as we are the members of the Reserve Bank, so fast, with a little explanation. But I love, love him, as he has taught me that the highest standard doesn't come cheap. I memorize every single word in the notes that he has given us, including the crazy mathematical theories. I am that diligent, at that time.


Well, for those who are teachers, or plan to be a teacher, or just plainly love teaching: Happy Teacher's Day!

SEJUTA

Salams,

Kita kira kita mencintai Rasulullah saw. Buktinya perlulah kita sentiasa mengulang-ulang selawat. Dan mengikuti segala sunnahnya.

Walaupun jalannya sangat payah, kita sangat perlu untuk memaksa diri kita supaya tetap tunduk dan mengikuti jalan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Dan jalan ini yang telah dilorongkan dengan mudahnya oleh ulama'-ulama' terdahulu. Idok la payah kita pulak nak cipta jalan sendiri untuk menemui Tuhan, bahkan ilmu yang kurang dari setitis air laut ini tidak akan mampu.

Bersihkan hati dengan istigfar, dan gapailah maqam yang lebih tinggi dengan selawat. Peringatan ini ditujukan terutamanya kepada penulis blog yang kadang-kadang sangat malas dan tidak istiqomah. Doakan saya, sahabat, kerana doa-doamu, tidak ada hijab, terbang menuju ke langit ke tujuh.



Salam sayang.
________________________________________


Sejuta Fadhilah Shalawat

Submitted by forsan salaf on Wednesday, 26 January 201115 Comments

sholawat

Kalam Habib Ahmad Bin Zein Al-Habsyi

Al-Mushtafa SAW. Sebingkai mozaik nan indah. Kontruksi cita rasa Sang Kuasa yang sempurna. Cahaya yang bertahta megah di atas cahaya-cahaya. Makhluk terindah, termulia, tersantun, yang tiada duanya.

“Dialah yang di langit dikenal sebagai Ahmad, sedang di bumi dikenal sebagai Muhammad.” begitulah Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi melukiskan sosok Rasulullah SAW dalam kata-kata. “Dialah penguasa maqam mahmud. Bendera puja dan puji tegak dalam genggamannya.”

“Tidaklah ia dikenal sebagai Muhammad sebelum diseru sebagai Ahmad. Sebab (di langit) ar-Robb SWT telah memuji sosoknya jauh sebelum seluruh makhluk mengenalnya. Ia mengagul-agulkannya jauh sebelum manusia menyanjung-nyanjungnya. Engkau bakal menjumpai nama Ahmad pada kitab-kitab suci terdahulu. Sedang dalam al-Qur’anul Karim, termaktub nama Muhammad. Dialah yang terlayak menuai pujian-pujian. Dialah yang teragung diantara insan-insan yang layak dipuji.”

“Hanya untuknya, kelak maqam mahmud disingkap diiringi pujian-pujian. Tak pernah tersingkap untuk selain dirinya. Dengan maqam mahmud itu, Sang Kuasa senantiasa memujinya. Berbekal maqam mahmud itu, ia menjelma sebagai pemberi syafaat tertinggi. Bendera puja dan puji terajut hanya untuknya, seorang. Umatnya disebut-sebut sebagai al-Hamidun (Orang-orang yang gemar memuji) dalam kitab-kitab terdahulu. Dan tatkala kakeknya, Abdul Muthalib, menyematkan nama Muhammad, ia mengunjuk doa, “Aku berharap kelak seluruh penghuni langit dan bumi akan senantiasa memujinya.”

Tidak terpungkiri, Rasulullah SAW memang sempurna. Tiada celah untuk mencela, kecuali hati yang buta oleh kabut kemusyrikan. Begitu sempurnanya sang nabi. Hingga lisan mukminin tak lelah memadahkan puja dan puji, dari dulu hingga kini.

SALAWAT

Puncak kekaguman Sang Pencipta terhadap mahakarya yang satu ini adalah salawat. Habib Ahmad mengurai, “Salawat Allah SWT kepada Nabi SAW adalah cucuran kebaikan-kebaikan, sifat-sifat luhur, karakter yang elok, nikmat-nikmat, penghargaan, penghormatan, dan anugerah-anugerah yang meruah. Sedang salam-Nya adalah penjagaan-Nya dari pelbagai aib dan mala, karunia yang berupa ketentraman, kesempurnaan, dan kemegahan. Sebentuk penghormatan yang indah dan penuh berkah dari-Nya.”

Mari kita bersalawat kepada Nabi SAW. Mari kita haturkan salam kepada Rasul SAW.

“Dalam sepenggal ayat, ar-Rahman ar-Rahim menfirmankan,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Manusia yang paling dekat denganku pada hari akhir adalah orang yang paling banyak bersalawat kepadaku.”

Sabda beliau yang lain menyebutkan, “Tidaklah seseorang bersalam kepadaku, kecuali Allah SWT pasti mengembalikan ruhku. Hingga aku pun bisa membalas salamnya.” Kata ruh dalam hadis ini bisa bermakna bicara, atau sesuatu hal yang berkenaan dengan “aktifitas” ruh. Sebab, senyatanya, ruh Beliau SAW senantiasa hidup.”

“Masih banyak lagi hadis-hadis nabawiy yang mengulas faedah salawat. Tercatat lebih dari 40 sahabat terkemuka yang meriwayatkan hadis ragam ini.”

Habib Ahmad meneruskan, “Dalam satu salawat, terpendam 40 faedah. Diantaranya; menghapus dosa-dosa, mengusir kesumpekan, menuntaskan cita-cita, memercik kabar gembira akan surga sebelum ajal tiba, membersihkan diri, menanggung keselamatan dari kecamuk hari kiamat, mengharumkan majelis-majelis, menafikan kefakiran dan sifat kikir, mengukuhkan langkah kala di atas sirath, mengenyahkan kekeringan, menabur berkah pada raga, umur, dan amal, memantik rahmat Allah dan rasa cinta dari nabi SAW, menghidupkan nurani, dan memancing hidayah ilahi.”

“Walhasil, faedah salawat tak terbilang, duniawi maupun ukhrawi. Tak terhitung, betapa sering Allah membukakan pintu hajat, melonggarkan keruwetan, dan melipatkan anugerah dengan salawat. Salawat adalah amalan istimewa dan penuh berkah. Ia adalah penjamin rasa aman dari murka Allah dan neraka-Nya. Ia adalah pelantar kesucian amal dan ketinggian derajat. Ia adalah perniagaan yang takkan pernah merugi.”

Alangkah istimewanya salawat. Hanya dengan sebaris kalimat itu, kita bisa meraup pahala-pahala semegah gunung. Tanpa terlalu berpayah-payah, kita bisa melampaui amalan-amalan umat terdahulu. Semua berkat salawat kepada sang Nabi SAW.

Akan tetapi, perlu dicatat, ada adab yang mesti diperhatikan dalam salawat. “Salawat adalah Zikir. Karena itu disyaratkan khusuk dan hudlur, serta takzim kepada Nabi SAW saat bersalawat. Dianjurkan pula menghadirkan zat Nabi SAW kala berdoa dalam salawat, dengan harapan agar curahan anugerah kepada beliau senantiasa lestari. Dengan adab inilah, segala faedah salawat niscaya tergapai. Bahkan bisa lebih dari itu. Salawat tak hanya berarti zikir, salawat juga bermakna doa, bahkan ia adalah esensi doa itu sendiri”

Begitu gamblang paparan Habib Ahmad bin Zein mengenai fadilah salawat di atas. Tunggu apa lagi, marilah kita-sedari sekarang- menggemari salawat, demi kita, demi keluarga, demi umat, dan demi pertiwi yang telah lama dirundung sedih ini….!

Sunday, 15 May 2011

NAKBAH?

Salams,


Let me ask you, my dear readers, what is your contribution towards Palestine people, and Palestine itself?

I wish to be there myself, at least to teach the young minds which I am pretty sure to be the brightest among us. The most that I can do right now is just du'a, and donate my meager allowance. May Allah swt receive it, and may it be a witness for me in Mizan, later. InsyaAllah. If you wish to donate some of your money, here is the trusted site (http://www.interpal.org.uk/). Let's not hesitate to help them, in anyway that we can.

The below article is taken from:


Love, as always.
_________________________________________________


Memperingati Nakbah 15 Mei 1948


Setelah lebih 6 dekad, malapetaka yang melanda saudara kita di bumi Palestin yang menyebabkan Palestin dan Baitul Muqaddis yang terus diceroboh dengan biadab oleh Yahudi Zionis. Sehingga kini, hal ini menjadikan titik hitam pada wajah umat Islam keseluruhannya.

Tepat 15 Mei 1948, tentera Zionis Israel telah melancarkan pembersihan etnik ( etnic cleansing ) iaitu sejumlah 750,000 orang atau tiga perempat populasi daripada rakyat Palestin dihalau keluar dari kediaman mereka. Mereka dipaksa menjadi pelarian dalam negara Palestin sendiri dan termasuk di negara-negara jiran yang mencecah juta orang. Kini sudah lebih 6 dekad pelarian Palestin hidup dalam kemiskinan dan penafian keperluan asasi yang sangat parah.


Mereka terpaksa hidup tanpa makanan yang mencukupi , tanpa tempat tinggal , tiada pekerjaan , pendidikan dan kemudahan rawatan. Nasib mereka hingga kini tidak dipeduli oleh masyarakat antarabangsa yang didominasi oleh Israel yang berlindung disebalik kuasa Amerika Syarikat.

Kini Israel maseh meneruskan polisi pembersihan etnik ke atas rakyat Palestin . Sejak pencerobohan ke atas Tebing Barat dan Jurusalem Timur pada tahun 1967 , Israel telah membangunkan kependudukan Yahudi yang melanggar undang-undang antarabangsa dan resolusi-resolusi PBB. Lebih 6 juta orang Yahudi menceroboh bumi Palestin, sementara 5 juta rakyat Palestin menjadi pelarian. Semenjak hari itu dan sehingga kini, kita terus berpeluk tubuh.

Setelah lebih 60 tahun, saudara kita di Palestin hidup di medan peperangan, berada di tengah–tengah kekejaman penjajah durjana Israel laknatullah. Mereka di tindas dan dizalimi tanpa simpati sesiapa. Rakyat Palestin menjadi banduan di penjara terbesar di dunia apabila mereka di kepung oleh tentera Israel di Palestin dengan tembok sepanjang 720 km dan 8-12 meter tinggi. Rakyat Palestin terus dicekik oleh regim Israel yang didalangi Amerika Syarikat setelah mereka menutup terminal Rafah pada 9 hb Jun 2007 iaitu pintu masuk di sempadan antara Israel dan Mesir.

Pada hari ini, Ribuan rakyat Mesir sedang membuat persiapan untuk menyeberang masuk ke Gaza pada 15 Mei nanti bagi memperingati ulang tahun Nakba. Mereka akan melintasi sempadan di Rafah sebagai solidariti dan usaha berterusan menghentikan sekatan dan embargo yang dikenakan oleh rejim zalim Israel ke atas rakyat Gaza. Dahulunya, Hosni Mubarak menjadi pihak yang bertanggungjawab memastikan sekatan Israel ke atas Gaza dapat dilaksanakan, memisahkan lebih 1.5 juta rakyat Gaza dari dunia luar dengan menutup pintu masuk di Rafah — satu-satunya jalan masuk ke Gaza di luar daerah yang dikawal Israel.



Intifadah Palestin Ketiga bakal dilahirkan yang juga boleh digelar sebagai Gerakan Dunia Arab.” Gerakan tersebut juga menyeru semua bangsa Arab untuk maju ke sempadan-sempadan Palestin di Mesir, Syria, Lubnan dan Jordan bagi menuntut hak rakyat Palestin untuk pulang ke tanah air mereka.

Ayuh! Kita bersama!

Saturday, 14 May 2011

LEMAK SAYA

Salams,


Sebenarnya,



Saya baru sedar,



bahawa...




yang saya sayangkan lemak-lemak saya!





Ya ampun, sudah gemuk, mahu kurus, sudah kurus, mahu gemuk sedikit!


Saya ini species perempuan yang patut dilempang.

Wednesday, 11 May 2011

HANTU KAK LIMAH

Salams,

Adik saya mengajak menonton Nur Kasih. Yang lain menyuruh saya menonton Merong Mahawangsa. Yang lain menyuruh menonton Hantu Kak Limah Balik Rumah.

Sudah ku kata ku tidak menonton filem Melayu. Bukan, bukan menghina filem bahasa sendiri. Tetapi, arghhhhhhhhhhhhhh, perlukah memerlukan sebab untuk tidak menonton?

Saturday, 7 May 2011

ITTAQULLAH

Salams

I like the below posting, may we all on the correct path, and on the way to greatness.

Nur

__________________________________________________





Sampai ke ‘Ittaqullah’

Assalamualikum wbt

Maaf atas jarang nya input baru dalam blog ini.Alasan biasa , sibuk memakan waktu.

Ittaqullah.

Bertaqwalah kepada Allah

lalu bilal di masjid itu akan mengiringi kalimah tersebut dengan :

Sebenar-benar taqwa!!

Subhanallah.besar sungguh kuasa taqwa. Besar sungguh makna sebuah taqwa.

Mari kita mengimbas sebuah hadis dengan nuansa taqwa dari seorang Rasul yang menunjukkan kita ert taqwa :

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “
[رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]

Dari Abu Dzar bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih. Hasan dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam [Al Bir Wash Shilah/1987] dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Al Misykat [5083])

Taqwa dimana,bila dan bagaimana?

“Bertaqwalah kepada Allah..” sudah jelas ianya adalah satu ayat perintah. Sama seperti ayat yang menyuruh kita untuk tidak melanggar undang-undang dan lain-lain. Bukan satu arahan yang main-main seperti :

“Kalau senang ,bertaqwalah ye…”

“Nanti kalau kamu ada masa,kamu bertaqwalah..”

Tidak.

Taqwa ini adalah satu suruhan oleh Allah dan Rasul . Ianya adalah satu urusan yang perlu di bina setiap waktu.Yang perlu diperhalusi.Yang perlu dicantikkan. Yang perlu dikuatkan.

Maka , mahu atau tidak, taqwa ini perlu kita bina.

Tetapi sebelum kita pergi lebih jauh dan semakin saya buat anda lebih tidak faham apa yang saya cuba katakan, baik kita kupas apa maksud taqwa.

Taqwa berasal dari perkataan waqa–yaqi–wiqoyah yang ertinya memelihara. Di sekolah kita diajar taqwa ini adalah takut kepada Allah.Takut cumalah sifat yang ada dalam taqwa. Dengan bawak erti pelihara,taqwa ini akan beri makna yang lebih besar.

Contoh,

seorang lelaki takut untuk bermesra dengan seorang wanita bukan muhrimnya.Takut nya itu datang ketika itu sahaj ketika dia diuji.

Tetapi ,jika seorang lelaki itu memelihara dirinya dari bermesra dengan wanita bukan muhrimnya, dia cuba untuk menjaga dirinya setiap masa.

Dan ketika dia diuji, perasaan takut tadi itu lahir daripada usahanya memelihara dirinya.

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah
kamu memelihara diri kamu dan keluarga kamu
dari api Neraka.” (At Tahrim: 6)

Maka , jika taqwa adalah memelihara, boleh kita mudahkan yang taqwa ini semacam “mine detector”.Ala,yang kesan bom bawah tanah tu.

Taqwa ini memberikan kita amaran bahaya. “Teet..Teet… Ha!! Tajul. Jangan jalan dekat depan.Belok kanan.Dekat depan ada syaitan dan nafsu…”

Tapi dengan degilnya diri ini cuba juga untuk melawan kata-kata dari taqwa itu tadi.

Maka bila berdepan dengan bahaya tadi, taqwa ini bertukar menjadi baju perisai. Sebagaimana sepatutnya ia menjadi pemelihara.

Dan sebagaimana kalimah Allah tertinggi :

Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. (Al-A’raaf: 26).

Maka patut jelas kepada kita yang taqwa itu adalah pemelihara. Pengawal. Ketika kita menjadikan taqwa itu sebagai kubu atau benteng kita,kita telah meletakkan Allah dihadapan kita. Kita meletakkan Allah sebaga benteng kita. Kita meletakkan rasa hamba sebagai panduan. Kita meletakkan keinginan Allah dihadapan berbanding keinginan kita.

Di tempat di mana pun engkau berada engkau pasti bertaqwa. Engkau tidak hanya bertakwa kepada Allah di tempat yang di sana orang-orang melihatmu saja. Dan tidak hanya bertakwa kepadaNya di tempat-tempat yang engkau tidak dilihat oleh seorang pun, karena Allah senantiasa melihatmu, di tempat manapun engkau berada. Oleh karena itu, bertakwalah di mana pun engkau berada.

Taqwa : Bagaimana ?

Kita disuruh bertaqwa tetapi kita tidak tahu apa alat untuk bertaqwa. Mari kita lihat antara ciri taqwa .

Ketika seorang sahabat bertanya Umar, bagaimana itu taqwa, Umar mengatakan ianya bagai berjalan di atas jalan berduri. Kita akan menarik ke atas sedikit kain jubah kita dan berjalan dengan hati-hati.

Lihat, kita tidak mahu duri dosa-dosa itu mengoyak jubah kehidupan kita dalam kita mengharungi jalan untuk bertemu kekasih teragung kita, Allah SWT.

Adakah seorang kekasih mahu berjumpa kekasihnya dengan pakaian koyak rabak. Dia akan berhati-hati dengan apa dia lakukan.

Lihat, taqwa itu adalah satu cahaya nurani yang Allah kurniakan. Dengannya kita akan menjadi peka. Sebagaimana peka nya seekor kucing apabila terbau friskies. Atau sebagaimana tiba-tiba kita terasa tidak sedap hati terhadap sesuatu. Itu adalah satu rasa yang Allah kurniakan. Tetapi taqwa ini adalah rasa yang lebih khusus. Yang mana ia mengenal bahaya dosa dan tidak mahu terjebak dengan nya. Hatinya meronta untuk menjauh dari nya. Itu lah taqwa. Dan ia tidak selesa berada dalam dosa.Itulah taqwa.

Maka Allah mencipta alat-alat yang hebat untuk membina rasa hati yang bernama taqwa itu.

Dan anda semua sudah tahu apa itu semua.

Itulah ibadah yang Allah ciptakan.

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Al-Baqarah: 183)

Bukankah itu bukti yang ibadah-ibadah ini membentuk taqwa.

Iman dibina dengan satu kepercayaan yang tidak berbelah bahagi tetapi bukan satu percaya kosong. Ianya disertakan dengan bukti.Dengan hujah. Kerana itu Islam ini “agama” yang punya bukti. Bukan cuma dogma mainan ilusi atau percaya buta. Bahkan di dalam Islam istilah taqlid buta tidak ada. Bahkan mahu beribadah sahaja, kita perlu tahu buktinya dan kita faham kekuatan asal usulnya mengikut sunnah dan syariah atau tidak.

Cuba lihat dengan begini :

Insan—-Muslim——Mu’min——-Muttaqin

Seorang insan itu bilamana dia menjadi Muslim, dia sudah meletakkan Allah sebagai rabb nya dan Rasul sebagai panduannya. Tetapi imannya perlu dibina yang itu membawa maksud sebagaimana seorang askar prebet dinaikkan pangkat menjadi Leftenan.

Kemampuan Leftenan berbeza dari prebet. Maka dia juga perlu diasuh untuk jadi Leftenan.Latihannya berbeza. Sebagaimana latihan komando,berbeza dari latihan askar biasa.

Tetapi prinsip latihan nya sama. Mengkualitikan.

Seorang Muslim tetap solat.Tetapi seorang Mu’min solatnya berlainan. Solat nya yang wajib dibuat. Tetapi dia kuatkan solat itu dengan kekuatan khusyuk.

Tetapi bila mana dia cuba mengawal diri nya dengan solat itu.Yang dengan erti kata dia memahami bahawa solat itu adalah tanda dia adalah hamba dan dia menjadi hamba setiap waktu dan dia memeperakui diri nya sebagai hamba setiap hari 5 waktu, adakah dia akan mahu melawan “Towkey” yang memilikinya pada waktu yang lain.

Itulah ketika ia menjadi taqwa. Ia menjadi muttaqin. Ketika itu jugalah amal ibadahnya cuba ditingkatkan.Dia cuba menguatkan lagi dengan solat-solat sunnah. Qiam.Solat rawatib.dan lain-lain.Puasanya jelas pada zahir dan batinnya. Zakatnya bukan cuma mahu lepas syarat. Dia memahami tentang apa yang dia cuba lakukan dengan sebenar-benar faham.

Dan ketika itu lah setiap perbuatannya cuba dilakukan dengan hati-hati supaya dia sentiasa berjalan dalam langkah hamba yang mensucikan dan memelihara diri.

Itulah taqwa.Itulah kuasa taqwa.

Ittaqullah…