Showing posts with label WISH. Show all posts
Showing posts with label WISH. Show all posts

Sunday, 26 September 2010

FUNNY

Salams,

Kullum am wa antum bikhair.

For the past few days, or maybe few weeks, my posts are completely the copy-paste sort of things. Things that are dearer to me, and I have the highest hopes it will be yours too. I confess, I have no ideas what to write, when to write, and how to write. It seems to me that the ideas have eluded me, and being a passive person, I have no heart to chase it; be it the most important ideas or otherwise.

Please bear with me.

A friend has told me, I have an the influential writing, in which it can affect or wreck hearts. It is the highest honour, coming from an honourable lady. But I beg to differ, I do not think my writing is really inspiring. I write craps most of the times, and idocy for the rest. Sometimes I really hate myself after I post the entry, it shows how worthless I feel to that extend. I dream to be a good blogger, writing experiences that can bring audiences closer to The Exalted, Allah swt. But if I dont really have a good relationship with Him, how could I, the most sinful slave, write things that I do not really do? Owh Allah, I strive hard to be closed to you, please accept my humbling prayers. Please.

I couldnt write. Doesnt matter how worried I am, I still couldnt write. Some concepts are difficult to tie it with the empirical results, it's the analysis that show how far you go in this area. This academic writing really drives me crazy. I know now, I must have a complete silence to do the analysis. Not even a slightest distraction. I wonder, how do Sir Leicester, Lady Durham, and Lady Essex write their papers? They have a far greater preoccupation, yet they are more than able to produce a greter paper. Lazy lady, I am, yes, I admit it. I will be more than understanding once I am in my supervisor's shoe, insyaAllah.

A friend asks me what I am doing for life. Being so elusive, I am reluctant to reveal to him who I am, as in this capitalist world, it is a job that defines who you are, such a beastly concept. And I have received the most shocking reply ever - I hope what you do to bring home the bacon is halal. I nearly die with laughing so hard, literaly I roll on floor laughing my ass off. Astagfirullah, yes, I will try my very best to bring home the halal bacon, so to speak. I retold this funny story to my other friend, she is also laughing her pant off. Goodness me, she replies, you have the most innocent face ever, how could he presume you to be like that? I shrug my shoulders, well, some people. By the way, I do not have the innocent face, ask my other friends.

Do we judge people by his/her physical appearance? Or her/his aura? Or her/his manerism? Or his/her wealth? Talking about love, a friend told me the meaning of love written in the SOLUSI magazine (if I'm not mistaken), it is the reflection of ourselves we find in them. Without being cliche, love is an overused concept, yet we never grow tire of talking about it. Yes, if I love a man, it must be that I love his quality that equal to mine, or the quality that I seek and hope to be mine.

My friend writes: menurut Imam Ghazali, cinta itu ialah kecenderungan jiwa yang amat kuat dalam diri seseorang kepada sesuatu atau seseorang lain yang memberi kelazatan, manfaat dan sangat serasi dengan fitrahnya. Rasanya kita akan menyintai seseorang/sesuatu jika ia refleks kepada fitrah diri. In a sense, kita sebenarnya menyintai diri sendiri. We can love somebody, because that somebody has the quality that reflects you, eventhough you don't have that quality yet.

And she knows why I loved him: because he remains faithful to Allah, even when the entire world is against him. And I really know why she loves him: because he is a fighter, even when he is alone in his war, in his jihad, even when the entire world is against him, he still stands tall, never weavers in his jihad. I know sister, I know it.





Wednesday, 1 September 2010

10 Bersaudara Hafal Al-Qur’an

Salams,

Saya busy bangat, ngga mampu menulis secara konsisten. Disini saya copy paste kan sahaja coretan-coretan yang memungkinkan membakar semangat anda untuk menjadi lebih baik dari semalam. Yakinlah, segala-galanya ini adalah rencana Allah swt. Kita ini faqer, ngga punya apa-apa. Moga sahaja amal ini diterima Allah swt dan dikurniakan-Nya dengan kurnian yang ajaib-ajaib.

10 Bersaudara Hafal Al-Qur’an

31/8/2010 | 22 Ramadhan 1431 H | Hits: 3.096

Kirim Print

10 bersaudara hafal Al-Qur'an (inet)

dakwatuna.com – Telanaipura. Siapa yang menyangka bila 10 putra pasangan H Mutammimul Ula (Ustadz Tammim) dan Wirianingsih (Ibu Wiwi), ternyata bisa menjadi penghapal Alquran alias Hafizh. Pada Sabtu (28/8) lalu, keluarga ini mengikuti undangan DPD PKS Jambi.

Kedua pasangan suami istri tersebut mendidik dan membina kepribadian putra-putrinya dengan kebaikan akhlak, perilaku Qurani, anggota keluarga tidak pernah lepas untuk menghapal ayat suci Alquran yang menjadi pegangan hidup bagi seluruh umat muslim.

Keluarga tersebut juga menjadi inspirasi bagi keluarga muslim lainnya untuk dapat meneladani keistimewaannya. Kesepuluh putra mereka, selain berhasil di bidang keagamaan, juga berhasil di bidang akademik dan kemasyarakatan.

Misalnya, putra pertama H Mutamimul ‘Ula, Afzalurahman Assalam. Kini dia semester akhir Teknik Geofisika ITB, hafal Alquran sejak usia 13 tahun, dan Juara I MTQ putra pelajar SMU se-Solo. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.

Hal itu membuktikan bahwa prestasi di bidang menghapal Alquran tidak menyurutkan prestasi lainnya di bidang keduniawiaan, terutama dalam bidang pendidikannya yang terus menanjak.

Selain dari seorang putranya itu, sembilan saudara lainnya juga memiliki prestasi gemilang, dari prestasi akademik, jabatan di keorganisasian, juara MTQ, dan selalu mendapatkan amanah yang baik di dalam lingkungan. Dari kesepuluh putranya, empat putranya hapal 30 juz, ada yang hapal 29 juz, 15 juz, 13 juz, sembilan juz, dan dua juz bagi dua putranya yang masih duduk di bangku SDIT Mampang Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan menyambut momen Nuzul Quran (turunnya Alquran), DPD PKS Kota Jambi menghadirkan langsung H Mutamimul ‘Ula dan seorang putranya yang kedelapan yaitu Muhammad Syaihul Basyir atau akrab disapa Basyir, Sabtu (28/8) lalu di Aula Museum Negeri Jambi Telanaipura.

Keluarga Mutamimul pun membagikan tip dan menjadi motivator bagi keluarga muslim di Kota Jambi. Antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan cukup tinggi. Itu terlihat dari jumlah kursi yang disediakan seluruhnya terisi, bahkan ada peserta yang rela untuk berdiri demi mendengarkan motivasi dari H Mutamimul ‘Ula tersebut.

Bagaimana kunci kesuksesannya? Meski keduanya sibuk atas pekerjaan yang sebelumnya merupakan politikus dari PKS serta sibuk dalam dunia dakwah (menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat), namun, pasangan suami-istri ini memiliki komitmen terhadap pendidikan anak. Terutama pendidikan agama, akhlak dan kepribadian anak.

Keluarga ini sebagaimana keluarga lainnya yang hidup di tengah arus globalisasi, putra mereka tetap diberi kebebasan menikmati berbagai fasilitas teknologi. “Namun, yang terpenting adanya imun (kekebalan) di dalam diri anak. Sehingga anak dapat tetap terjaga,” ujar Ustad Tamim saat menyampaikan urainnya di hadapan peserta.

Tamim menekankan, banyak beramal ibadah, berdoa, merupakan kunci keberhasilan untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Kedua pasangan ini sangat memperhatikan pentingnya manajemen waktu, konsisten (istiqamah), dan terus mengontrol perkembangan putra mereka dalam keluarga yang terus membina hubungan baik.

Bahkan, mengenai pengecekan hasil belajar putra mereka, kedua pasangan ini lebih mengutamakan untuk mengecek hapalan Alquran putra mereka, dan selanjutnya barulah menanyakan mengenai tugas sekolah atau kuliah. “Karena bila hapalan telah baik. Maka, yang lainnya akan ikut sendiri,” ujar Ustad Tamim yang sangat rendah hati dan tak pernah ingin berbangga diri itu.

Putra kedelapan Ustad Tamim yang baru kelas III SMP, Basyir mengutarakan, dia tidak begitu tertarik dengan permainan yang membuatnya lalai. Alquran aktivitas kebaikan lainnya, lebih menarik hatinya ketimbang harus menghabiskan waktu dengan permainan anak-anak yang marak akhir-akhir ini.

Saat dikonfirmasi kepada ketua pelaksana yang juga Ketua DPD PKS Kota Jambi Syafruddin Dwi Aprianto, dihadirkannya seorang inspirator generasi Qurani itu, bertepatan dengan momen Nuzul Quran pada Ramadan kali ini. “Selain itu, untuk memotivasi keluarga muslim agar dapat meneladani Ustad Tamim dan istri yang dapat mendidik 10 putranya menjadi bintang Alquran,” katanya.(dwy/ji)

Saturday, 8 August 2009

DOA BUAT KAMU, CINTA UNTUK KAMU

Apa yang lebih indah
dari harumnya mawar berembun
yang tumbuh di tepi danau,
ketika dinginnya pagi beranjak dengan sopan
saat semburat tipis mentari mengintip di cakrawala?

Waktu purnama semalam permisi untuk pergi,
meninggalkan senyum tipisnya yang cantik dalam hatimu?

Yaitu saat engkau tahu
di balik semua keindahan pagi itu,
ada bahagia dari seorang sahabat
yang sedang tersenyum mengingatmu.

Ia antarkan harimu itu dengan lantunan doa indah
yang menghubungkan engkau, dia,
dan Tuhanmu,
dalam satu tali cahaya yang menyala.

Kemudian ia biarkan doa itu terbang berarak dengan riang ke langit.

Maka purnama, embun, mawar, danau, dingin, dan semburat mentari
saat itu berbicara bersama:

Hari ini engkau akan tersenyum,
sebagaimana Tuhan tersenyum pada engkau dan dia, saat itu.


Herry Mardian, 7 Mei 2006,
http://suluk.blogsome.com/2006/05/07/doa-untuk-sahabat/#more-98